Lirik Dan Kunci Gitar Genit - Tipe-x

Lagu Genit oleh Tipe-X dengan kunci D mayor, lagu punk rock yang penuh energi dan menyenangkan untuk dimainkan, sangat cocok untuk mereka yang suka ritme cepat dan agresif. Dengan progresi chord yang sederhana namun menarik.


Lirik Dan Kunci Gitar Genit - Tipe-x

Intro: G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
(5x) G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Bm
Chord Bm
(3x) G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Verse 1: G
Chord G
Lihat senyum manis A
Chord A
D
Chord D
diatas bibir bergincu G
Chord G
Kerdip mata merayu A
Chord A
D
Chord D
jelas coba mengganggu G
Chord G
Tawa renyah terpasang A
Chord A
D
Chord D
bukan tanpa tujuan G
Chord G
Satu korban terjerat A
Chord A
D
Chord D
itulah harapan Instrument: G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Bm
Chord Bm
(3x) G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Verse 2: G
Chord G
Wangi parfum semerbak A
Chord A
D
Chord D
membius pusat syaraf G
Chord G
Hadirkan bayangan A
Chord A
D
Chord D
'tuk lepas keresahan G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Bergejolak semua coba berontak G
Chord G
Ketika tak kuasa A
Chord A
D
Chord D
langsung kulari mengelak Instrument: G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Bm
Chord Bm
(3x) G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
G
Chord G
A
Chord A
D5
Chord D5
Chorus: G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
Aaa....entah sampai kapan G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
Aaa....kau mampu bertahan G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
hindari kenyataan D5
Chord D5
entah sampai kapan G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
Aaa....Kau mampu bertahan G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
Aaa....Mungkinkah terpikir G5
Chord G5
A5
Chord A5
D5
Chord D5
Lepas belenggu hitam Instrument: G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D
Bm
Chord Bm
(3x) G
Chord G
A
Chord A
D
Chord D

Tips: Jika Anda tidak familiar dengan bentuk chord, silakan sentuh atau klik nama chord di atas lirik untuk melihat gambar posisi jari pada gitar secara otomatis.


Analisis Lengkap Lagu Genit – Tipe-X

Genit adalah salah satu lagu ikonik Tipe-X yang merepresentasikan karakter khas band ini: ceria, energik, genit secara lirik, namun diam-diam menyimpan ironi emosional. Dibungkus dalam gaya ska punk yang ringan dan mengajak bergoyang, Dirilis pada tahun 1999 dalam album debut mereka, Ska Phobia, lagu ini menjadi mega-hit dan mendefinisikan musik Ska-Punk di Indonesia pada peralihan milenium. Saya mendengar lagu ini ketika kelas 2 SD pada tahun 2001, saat itu saya masih suka mendengarkan lagu-lagu anak muda yang sedang hits apalagi disaat itu memang era VCD Player ditempat saya. dan lagu ini langsung menjadi favorit saya karena irama punk rock, Saksofon dan genjrengan gitar yang jenaka dibarengi dengan lirik yang lucu.

Genre lagu ini adalah Ska-Punk / Pop Ska. Ciri khasnya adalah melodi yang sangat upbeat, tempo yang cepat, dan dominasi instrumen brass section (terompet dan saksofon) yang menghasilkan sound yang riang dan energik, cocok untuk bergoyang.

Liriknya berkisah tentang perasaan cinta dan kekaguman pada seorang wanita yang digambarkan sebagai sosok yang "genit" (menggoda), harapan palsu, dan kegelisahan batin seseorang yang terjebak pesona semu. tetapi dengan nada yang lucu dan penuh semangat. Lagu ini menyampaikan energi muda yang bebas dan tanpa beban.

Secara musikal, Genit terlihat sederhana, namun justru di situlah kekuatannya. Pengulangan progresi, power chord, dan ritme konstan menciptakan groove yang adiktif dan mudah diterima.


1. Pusat Nada & Identitas Genre

Lagu ini berpusat pada tonalitas G Mayor. Namun jangan tertipu oleh kata “mayor”. Di tangan Tipe-X, G Mayor tidak terasa manis atau romantis, melainkan:

  • Ceria tapi nakal
  • Ringan tapi mengganggu
  • Santai tapi menggoda


Ini adalah ciri khas ska: musiknya upbeat, tetapi liriknya sering menyindir realita emosi manusia. Mayor digunakan bukan untuk ketulusan cinta, melainkan untuk menggambarkan euforia sesaat.


2. Intro: Energi Jalanan yang Langsung Menyambar

Progresi intro:

G5 – A5 – D5 (5x)
G – A – D – Bm (3x)
G – A – D

Intro dibuka dengan power chord (G5–A5–D5) yang kasar dan tegas. Ini langsung mengunci pendengar pada energi ska punk yang agresif tapi fun.

Power chord menghilangkan warna mayor/minor, sehingga fokus pendengar diarahkan ke ritme, bukan emosi harmonik. Ini menciptakan kesan:

  • Langsung
  • Tanpa basa-basi
  • Penuh dorongan fisik untuk bergerak


Masuknya Bm di bagian lanjutan memberi sentuhan minor singkat—sebuah sinyal bahwa di balik keceriaan, ada konflik emosional yang terselip.


3. Verse: Ketertarikan yang Mengganggu Pikiran

Pola verse:

G – A – D

Verse menggunakan progresi super simpel: I – II – V. Ini menciptakan rasa mengalir, ringan, dan berulang, seperti pikiran yang terus-terusan terganggu oleh satu sosok.

Secara emosional, progresi ini tidak menyelesaikan apa pun. Tidak ada resolusi penuh ke tonika yang “lega”. Hal ini selaras dengan lirik tentang godaan dan kebingungan batin.

Lirik menggambarkan ketertarikan fisik dan sinyal ambigu—senyum, tatapan, parfum—yang membuat tokoh lagu kehilangan kendali. Musik yang repetitif mencerminkan obsesi yang berputar-putar di kepala.


4. Instrumental: Penguatan Groove

Bagian instrumental:

G – A – D – Bm (3x)
G – A – D

Instrumental bukan sekadar jeda vokal. Di sini, band menguatkan groove ska dengan ritme gitar off-beat dan dorongan bass yang aktif.

Masuknya Bm kembali berfungsi sebagai bayangan emosional. Minor ini seperti bisikan kecil di tengah euforia: “ini mungkin tidak sesederhana yang kamu kira.”


5. Verse 2: Obsesi yang Semakin Dalam

Verse kedua tetap memakai pola yang sama:

G – A – D

Namun secara naratif, emosi meningkat. Jika verse pertama hanya gangguan ringan, verse kedua adalah titik di mana kendali mulai hilang. Musik yang tidak berubah justru mempertegas stagnasi emosional—tokoh lagu tidak berkembang, hanya terjebak.

Ini adalah teknik naratif yang cerdas: emosi naik, harmoni tetap. Hasilnya adalah rasa frustasi terselubung.


6. Chorus: Teriakan Batin di Balik Tawa

Pola chorus:

G5 – A5 – D5

Chorus kembali ke power chord, membuat bagian ini terasa seperti teriakan kolektif. Secara musikal, ini adalah puncak energi lagu.

Namun secara makna, chorus justru penuh pertanyaan:

  • “Entah sampai kapan?”
  • “Mampu bertahan?”
  • “Mungkinkah terpikir?”


Power chord yang keras menutupi kegamangan ini, seolah tokoh lagu menertawakan kebingungannya sendiri.

Frasa “lepas belenggu hitam” adalah titik refleksi: kesadaran bahwa ketertarikan ini bisa menjadi jerat.


7. Dinamika & Produksi

Dinamika lagu ini relatif datar secara struktur, namun tinggi secara energi. Tidak ada bagian yang benar-benar tenang. Ini menciptakan rasa:

  • Impulsif
  • Reaktif
  • Emosi yang tidak sempat diproses


Produksi ska punk menekankan kebersamaan dan perayaan, meskipun isi lagunya justru penuh kegelisahan pribadi.


8. Makna Emosional Harmoni

Harmoni Genit menggambarkan fase emosional yang sangat manusiawi: tertarik pada sesuatu yang kita tahu tidak sepenuhnya sehat, tapi tetap kita kejar karena terasa menyenangkan.

Mayor yang ceria + minor singkat + power chord = kombinasi sempurna antara euforia dan peringatan.


9. Kesimpulan

Genit adalah lagu yang cerdas dalam kesederhanaannya. Dengan progresi minimal, ritme konsisten, dan energi ska punk, Tipe-X berhasil menyampaikan cerita tentang godaan dan kebingungan emosional tanpa harus menjadi berat atau melodramatis.

Lagu ini mengajarkan bahwa tidak semua kegelisahan harus disampaikan dengan nada sedih—kadang justru tertawa sambil menari adalah cara paling jujur.


Strumming & Rhythm Gitar (Ska Punk Simpel)

Pola dasar ska (off-beat):

D U (mute) – U – D U (mute) – U

Versi super simpel:

↓ ↑ ↓ ↑ (aksen di upstroke)

Keterangan:
D: Down (Genjreng ke bawah)
U: Up (Genjreng ke atas)
mute: Meredam senar gitar


Fokuskan pukulan ke senar atas, jangan ditekan penuh. Ska hidup dari ritme, bukan distorsi berat.

#TipeX #Genit #SkaPunk #SkaIndonesia #Rilis1999 #PopSka