Chord Silhouette - KANA-BOON
J-Rock energik dari Anisong Naruto yang satu ini memang sangat populer, 'Silhouette' oleh KANA-BOON dengan kunci D mayor yang efektif untuk progresi cepat, membuatnya ideal untuk melatih akurasi strumming cepat dan kekuatan barre chord.
Note: Pipe " | " = Chord separator to indicate a quick chord change (Pergantian akord yang cepat) Intro: Bm




































































Analisis Lengkap Lagu Silhouette – KANA-BOON
Lagu "Silhouette" (シルエット) adalah single mega-hit dari band rock Jepang, KANA-BOON. Dirilis pada tahun 2014, lagu ini dikenal secara global sebagai Opening Theme ke-16 untuk serial anime legendaris, Naruto Shippuden. Melodi yang eksplosif dan lirik yang dalam membuatnya menjadi salah satu lagu tema anime terbaik sepanjang masa. secara musikal dan emosional, ia berdiri kuat sebagai lagu tentang proses tumbuh dewasa, kehilangan kepolosan, dan penerimaan diri. Tentu nya saya mengenal lagu ini dari opening anime nya sendiri saat nonton animenya di tahun 2014. dan saya merasa lagu ini jujur bikin tenang terutama pas awal bait lagu ini dimana drum dan perpindahan chord dari A → A#dim7 ini benar-benar bikin merasa hype dan beda dari lagu opening anime naruto yang lainnya.
Genre lagu ini adalah J-Rock/Alternative Rock / Anison (Anime Song). Silhouette menonjol dengan tempo cepat, riff gitar yang agresif, dan hook melodi yang sangat memorable dan menarik. Band ini berhasil menggabungkan agresi punk dengan melodi pop yang khas, menciptakan energi yang membakar.
Liriknya berkisah tentang kerinduan akan masa lalu dan kesadaran akan pertumbuhan diri. Frasa kunci adalah tentang melihat siluet (bayangan) seseorang yang penting, baik itu diri sendiri di masa lalu atau orang yang dicintai, dan menggunakan ingatan itu sebagai motivasi untuk terus maju menghadapi masa depan.
Di balik dentuman band yang penuh semangat, Silhouette justru berbicara tentang ketidaktahuan, penyesalan, dan kesadaran bahwa hidup terus berjalan meski kita belum sepenuhnya siap.
1. Pusat Nada & Karakter Harmoni
Lagu ini berpusat pada tonalitas B minor. Ini sangat penting, karena B minor memberi warna:
- Gelisah
- Reflektif
- Penuh dorongan emosional
Namun, KANA-BOON tidak memainkan B minor sebagai balada sedih. Minor di sini justru dipacu dengan tempo cepat, distorsi gitar, dan progresi yang terus bergerak, mencerminkan konflik batin yang aktif—bukan pasrah.
Secara fungsional, lagu ini banyak bermain di wilayah:
i – VI – VII – V
yang sangat khas untuk rock Jepang dan lagu-lagu bertema perjuangan.
2. Intro: Gerak Tanpa Ragu
Progresi intro:
Bm | A | G | A
D/F# – G – A – A#dim7
Bm – D/F# – G – A
Intro langsung menciptakan rasa bergerak maju. Tidak ada pembukaan yang lembut—lagu ini seolah berkata: “kita jalan dulu, pikir belakangan.”
Penggunaan A#dim7 sangat krusial. Akor diminished ini menciptakan ketegangan tajam yang berfungsi sebagai jembatan emosional menuju Bm kembali. Ini melambangkan kegelisahan dan ketidaktahuan sebelum kembali ke realitas.
3. Verse: Ketidaktahuan sebagai Tema Utama
Pola verse:
D/F# – G – A – A#dim7 – Bm
F#m – G – A
Verse terasa seperti monolog batin. Lirik tentang “tidak tahu apa-apa” diperkuat oleh progresi yang terus naik-turun tanpa benar-benar menetap.
Bass berjalan dari D/F# ke G memberi kesan melangkah, sementara A#dim7 kembali menekan emosi sebelum jatuh ke Bm. Ini adalah siklus kebingungan yang sangat manusiawi.
4. Pre-Chorus: Emosi yang Mulai Terbuka
Pola pre-chorus:
Bm – BmM7 – Bm7 – E
G – A
Bagian ini sangat cerdas secara harmoni. Perubahan dari Bm → BmM7 → Bm7 adalah teknik klasik untuk menunjukkan perubahan emosi secara internal, tanpa berpindah tonalitas. namun jika anda kesulitan menekan dari BmM7 → Bm7, maka saya sarankan cukup menekan Bm → E saja dengan menekan Bm sedikit lama untuk mengganti peran chord BmM7 → Bm7 yang bisa dijadikan untuk latihan awal.
Ini menciptakan rasa:
- Berubah
- Berkembang
- Mulai sadar
Masuknya E lalu G–A berfungsi sebagai dorongan kuat menuju chorus.
5. Chorus: Penerimaan & Harapan
Pola chorus:
D/F# – G – A – A#dim7
Bm – F#m – G – A
D/F# – G – A – A#dim7 – Bm
F#m – G – A
Chorus adalah inti lagu. Di sinilah semua energi dilepaskan, namun tetap dalam kerangka minor. Tidak ada resolusi mayor penuh—ini penting.
Pesan lagu bukan “semua akan baik-baik saja”, melainkan:
“Aku akan terus berjalan, meski belum tahu segalanya.”
Pengulangan A#dim7 di chorus menegaskan bahwa ketidakpastian tidak hilang—namun kini diterima.
6. Outro: Bergerak Meski Tidak Sempurna
Pola outro:
G – A#dim7 – Bm – F#m
G – A – Bm | A | G | A
Outro tidak menyelesaikan konflik sepenuhnya. Lagu berakhir dalam gerak, bukan dalam titik akhir. Ini sangat konsisten dengan tema pertumbuhan dan perjalanan hidup.
7. Dinamika & Produksi
Dinamika Silhouette stabil tinggi, namun tetap terkontrol. Verse dan pre-chorus memberi ruang napas singkat sebelum chorus menghantam lagi. Ini membuat lagu terasa terus mendorong ke depan, cocok dengan tema perjuangan dan perkembangan diri.
8. Makna Emosional Harmoni
Harmoni di lagu ini tidak menawarkan kenyamanan instan. Ia menawarkan kejujuran. Bahwa tumbuh dewasa berarti sering salah, sering tidak tahu, dan sering terluka—namun tetap melangkah.
Minor, diminished, dan progresi bergerak cepat adalah cerminan kegelisahan yang aktif, bukan keputusasaan.
9. Kesimpulan
Silhouette adalah lagu tentang menerima ketidaksempurnaan diri. Dengan harmoni minor yang dinamis, tempo cepat, dan progresi penuh ketegangan, KANA-BOON berhasil menciptakan lagu rock yang bukan hanya energik, tapi juga reflektif.
Ini adalah lagu tentang bayangan diri yang terus berubah seiring kita melangkah maju.
Strumming Rekomendasi (Versi Akustik)
Pola standar rock cepat:
D – D U – D – U D U
Versi simpel (tempo dijaga):
D – D – D U
Keterangan:D: Down (Genjreng ke bawah)
U: Up (Genjreng ke atas)
Fokus ke ritme dan konsistensi. Lagu ini lebih hidup dari groove daripada ornamen.
