Lirik Dan Chord Gitar Menghapus Jejakmu - Peterpan

Kali ini saya menyusun chord gitar 'Menghapus Jejakmu' Peterpan supaya mudah dipelajari. Menggunakan kunci C, suasana lagu bisa tersampaikan dengan baik.


Lirik Dan Chord Gitar Menghapus Jejakmu - Peterpan


Intro: C
Chord C
D
Chord D
Bm7
Chord Bm7
Em
Chord Em
Bait 1: C
Chord C
D
Chord D
Terus melangkah melupakanmu Bm7
Chord Bm7
Em
Chord Em
Lelah hati perhatikan sikapmu C
Chord C
D
Chord D
Jalan pikiranmu buatku ragu Bm7
Chord Bm7
Em
Chord Em
Tak mungkin ini tetap bertahan Bait 2: C
Chord C
D
Chord D
Perlahan mimpi terasa mengganggu Bm7
Chord Bm7
Kucoba untuk terus menjauh C
Chord C
D
Chord D
Perlahan hatiku terbelenggu Bm7
Chord Bm7
Em
Chord Em
Kucoba untuk lanjutkan hidup Chorus: Em
Chord Em
C
Chord C
D
Chord D
Engkau bukanlah segalaku Bm7
Chord Bm7
Em
Chord Em
Bukan tempat tuk hentikan langkahku C
Chord C
D
Chord D
Usai sudah semua berlalu Bm7
Chord Bm7
Em
Chord Em
Biar hujan menghapus jejakmu

Tips: Jika Anda tidak familiar dengan bentuk chord, silakan sentuh atau klik nama chord di atas lirik untuk melihat gambar posisi jari pada gitar secara otomatis.

Analisis Lengkap Chord & Harmoni Lagu Bintang di Surga – Peterpan (NOAH)

Lagu "Menghapus Jejakmu" merupakan salah satu single utama dari album fenomenal "Hari Yang Cerah..." (2007) dari Peterpan (sekarang Noah). Lagu ini sangat dikenal karena alunan melodi dan liriknya yang emosional, serta video musiknya yang ikonik. Saya pertama kali mendengar lagu ini di TV parabola, dan saya sangat terkesan dengan gaya MV-nya yang unik dan menarik. Video musiknya sendiri disutradarai oleh Sim F dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, yang memerankan seorang wanita dengan gerakan yang memikat. Lagu ini merupakan salah satu hits dari Peterpan.

Secara genre, lagu ini adalah perpaduan antara Pop Rock dengan sentuhan Power Pop khas Indonesia era 2000-an. Aransemen musiknya kuat pada permainan gitar yang melodius, ritme drum yang dinamis, dan vokal khas Ariel yang penuh penghayatan, menciptakan energi yang besar meskipun bertema melankolis.

Lirik lagu ini, yang ditulis oleh Ariel dan Eross Candra (gitaris Sheila on 7), bercerita tentang upaya yang menyakitkan untuk melupakan seseorang yang pernah sangat berarti. Frasa "Takkan ada yang abadi" menjadi salah satu kutipan paling populer dari lagu ini, merangkum tema kerelaan sekaligus kepedihan.

Lagu ini mengisahkan proses melepaskan, berdamai dengan kehilangan, dan usaha untuk melanjutkan hidup. Secara musikal, lagu ini memanfaatkan progresi chord yang mudah dimainkan, repetitif, dan konsisten, sehingga fokus utama benar-benar berada pada pesan lirik.

1. Pusat Nada dan Identitas Harmoni

Lagu ini berpusat pada tonalitas E minor (Em). Nuansa minor langsung terasa sejak awal hingga akhir lagu, menegaskan atmosfer sedih, pasrah, dan reflektif. Em berfungsi sebagai “rumah” emosional yang selalu menjadi titik kembali, baik di bait maupun chorus.

Akor pendukung utama dalam lagu ini adalah C, D, dan Bm7. Keempat akor ini membentuk lingkaran harmoni yang stabil dan tidak banyak berubah, mencerminkan kondisi emosional tokoh dalam lagu yang stagnan—tidak benar-benar membaik, namun juga tidak meledak-ledak.

2. Analisis Intro: Awal yang Tenang dan Realistis

Progresi intro:

C – D – Bm7 – Em

Intro dibuka dengan C yang terasa hangat namun sendu. Pergerakan ke D memberi dorongan ringan ke depan, seolah menggambarkan langkah awal untuk pergi. Bm7 menghadirkan nuansa ragu dan rapuh, sebelum akhirnya jatuh ke Em. Masuknya Em di akhir intro menegaskan bahwa perjalanan emosional lagu ini tidak akan berujung bahagia, melainkan penuh penerimaan yang pahit.

3. Bait Pertama: Proses Melangkah dan Keraguan

Pola bait pertama:

C – D
Bm7 – Em
C – D
Bm7 – Em

Bait pertama menggambarkan usaha untuk melupakan dan menjauh. Secara harmoni, progresi ini sangat stabil dan berulang. C dan D memberi kesan bergerak maju, namun Bm7 selalu membawa kembali rasa ragu, sebelum akhirnya mendarat di Em yang penuh pasrah.

Pengulangan Bm7 → Em menjadi simbol bahwa setiap usaha untuk bertahan atau menjauh selalu berakhir pada kesadaran pahit: hubungan tersebut memang tidak bisa dipertahankan.

4. Bait Kedua: Luka yang Semakin Disadari

Bait kedua menggunakan progresi yang sama persis dengan bait pertama. Secara musikal, tidak ada eskalasi. Justru inilah kekuatannya. Lagu ini tidak mencoba “meningkatkan drama”, melainkan menunjukkan bahwa luka itu perlahan meresap dan terasa semakin nyata.

Lirik tentang mimpi yang mengganggu dan hati yang terluka diperkuat oleh harmoni yang tidak berubah, menandakan bahwa tokoh masih terjebak dalam perasaan yang sama, meski waktu terus berjalan.

5. Chorus: Pernyataan Penerimaan

Pola chorus:

Em – C – D
Bm7 – Em
C – D
Bm7 – Em

Chorus menjadi inti pesan lagu. Em di awal chorus langsung menegaskan emosi utama: kesedihan dan penerimaan. C dan D memberi sedikit ruang emosional, namun tidak cukup kuat untuk mengubah arah lagu. Bm7 kembali hadir sebagai simbol keraguan terakhir, sebelum jatuh ke Em.

Kalimat “Engkau bukanlah segalaku” terasa sangat kuat karena dinyanyikan tanpa perubahan harmoni besar. Ini menegaskan bahwa penerimaan tersebut bukan keputusan mendadak, melainkan hasil dari proses panjang yang melelahkan.

6. Fungsi Emosional Akor Bm7

Salah satu ciri khas lagu ini adalah penggunaan Bm7. Akor ini memberi warna lembut, sendu, dan tidak agresif. Berbeda dengan B7 yang terasa tegang, Bm7 justru terasa pasrah. Ini sangat cocok dengan tema lagu yang tidak berteriak, tidak marah, tetapi menerima dengan berat hati.

7. Dinamika dan Alur Lagu

Secara struktur, lagu ini cenderung datar secara dinamika, namun justru konsisten. Tidak ada modulasi, tidak ada lonjakan harmoni drastis. Hal ini membuat pendengar fokus sepenuhnya pada lirik dan ekspresi vokal.

Dari awal hingga akhir, lagu terasa seperti satu tarikan napas panjang tentang melepaskan.

8. Rekomendasi Permainan Gitar

Pola strumming yang cocok:

D – D U – U D U

Keterangan:
D: Down (Genjreng ke bawah)
U: Up (Genjreng ke atas)

Bait sebaiknya dimainkan dengan strumming ringan atau petikan sederhana. Chorus dapat ditekan sedikit lebih kuat, namun tetap dijaga agar tidak terdengar agresif.

9. Karakter Harmoni Keseluruhan

  • Sederhana dan repetitif
  • Minor dominan
  • Fokus pada rasa, bukan teknik


10. Kesimpulan

Bintang di Surga adalah contoh sempurna bagaimana kesederhanaan progresi chord dapat menghasilkan dampak emosional yang sangat besar. Lagu ini tidak mencoba menyelesaikan rasa sakit, melainkan mengajarkan cara hidup berdampingan dengannya. Harmoni yang stabil, pengulangan progresi, dan dominasi Em membuat lagu ini terasa jujur, manusiawi, dan sangat membekas.

#Peterpan #Noah #MenghapusJejakmu #PopRockIndonesia #Pop2000an #Ariel