Lirik Dan Chord Gitar First Love - Utada Hikaru
Artikel ini saya susun sebagai panduan bermain gitar untuk lagu First Love dari Utada Hikaru. Versi yang saya gunakan memakai kunci G, cocok dimainkan dengan petikan sederhana.









Verse 1: G






































Analisis Lengkap Chord & Harmoni Lagu First Love – Utada Hikaru
“First Love” adalah salah satu lagu paling ikonik dari penyanyi Jepang Utada Hikaru. Dirilis pada tahun 1999 melalui album debut yang juga berjudul First Love, lagu ini langsung meledak secara global dan menjadi salah satu lagu J-Pop paling berpengaruh sepanjang masa. Saya baru mengenal lagu ini di film serial drama Jepang Netflix yang berjudul sama yaitu First Love (Hatsukoi) 2022, dan sejak itu lagu ini menjadi salah satu favorit saya karena melodi dan vibes musik vintage 2000an dan liriknya yang indah sangat cocok dengan tema cinta yang diusung dalam drama tersebut.
Secara musikal, “First Love” hadir dengan balada pop yang lembut, melodi piano yang emosional, dan vokal Utada yang penuh penghayatan. Nuansa yang tenang namun menyentuh membuat lagu ini memiliki daya tarik universal dan mudah diterima oleh pendengar dari berbagai negara.
Lagu ini bercerita tentang cinta pertama yang meninggalkan kenangan mendalam meski hubungan telah berakhir. Pesannya yang sederhana namun dalam membuat “First Love” sering digunakan dalam film, drama, hingga video-video nostalgia dan romantis di platform digital.
Lagu ini tidak mengandalkan progresi chord yang rumit, melainkan pada pemilihan harmoni yang halus, pergerakan bass yang lembut, serta penggunaan akor peralihan yang membuat emosi terasa natural dan dewasa. Secara keseluruhan, lagu ini berbicara tentang cinta pertama yang telah berlalu, namun jejak emosinya tetap hidup.
1. Pusat Nada dan Karakter Umum Harmoni
Lagu ini berpusat pada tonalitas G Mayor, namun secara emosional sering terasa ambigu antara mayor dan minor. Hal ini terjadi karena Utada Hikaru banyak memanfaatkan akor minor seperti Em dan Am7, serta akor dominan seperti D7, yang memberi warna nostalgia dan kesedihan lembut.
Alih-alih terdengar ceria seperti lagu mayor pada umumnya, harmoni di lagu ini terasa hangat, dewasa, dan reflektif. Ini adalah contoh bagaimana tonalitas mayor dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan kehilangan tanpa harus jatuh ke nuansa gelap.
2. Intro: Nostalgia yang Lembut
Progresi intro:
G – D – Em – D
C – D – G – Am7
Intro dibuka dengan G yang hangat dan akrab. Pergerakan ke D lalu Em memberi kesan turun secara emosional, seolah mengajak pendengar masuk ke memori lama. Kembali ke D berfungsi sebagai penahan, sementara C menghadirkan rasa tenang dan luas. Penutup dengan Am7 memberi nuansa menggantung dan penuh perasaan, sangat efektif sebagai pintu masuk ke verse.
3. Verse: Kenangan yang Personal
Pola verse:
G – D/F#
Em – D
C – D7
G – Am7
Penggunaan D/F# merupakan elemen penting dalam verse. Slash chord ini menciptakan pergerakan bass yang menurun secara halus (G → F# → Em), menghasilkan transisi yang sangat smooth dan emosional. Ini mencerminkan lirik yang sangat personal dan intim.
Akor Em menegaskan sisi melankolis, sementara D berfungsi sebagai penyeimbang. Masuknya D7 menambah ketegangan ringan sebelum akhirnya dilepas kembali ke G dan Am7.
4. Pre-Chorus: Harapan dan Keraguan
Pola pre-chorus:
Em – D
C – D
Em – Bm7 – CM7
Bagian pre-chorus menjadi jembatan emosional yang sangat penting. Em dan D masih menjaga suasana sendu, namun ketika masuk ke Bm7 dan CM7, nuansa lagu terasa semakin dewasa dan jazzy. CM7 khususnya memberi kesan hangat sekaligus rapuh, seolah menggambarkan kenangan yang indah tapi menyakitkan.
5. Chorus: Pernyataan yang Tenang namun Kuat
Pola chorus:
G
D/F#
Em
D
C – D7
G
Chorus tidak dibuat bombastis. Justru kekuatannya terletak pada ketenangan. G di awal chorus terasa seperti pernyataan jujur tanpa dramatisasi. D/F# kembali menjaga pergerakan bass yang lembut, sementara Em menegaskan emosi utama: cinta yang telah berlalu.
D7 berfungsi sebagai penarik emosi sebelum kembali ke G, menandakan bahwa meskipun cinta pertama itu sudah berakhir, kenangannya tetap terjaga dengan baik.
6. Chorus Lanjutan: Penerimaan
Bagian lanjutan chorus:
G – D/F#
Em
D
C – D
G – Am7 – G
Penutupan chorus dengan Am7 sebelum kembali ke G memberi rasa nostalgia yang kuat. Am7 tidak menyelesaikan emosi secara penuh, tetapi justru menegaskan bahwa kenangan itu akan selalu tersisa.
7. Instrumental: Ruang Bernapas
Pola instrumental:
D – C – G/B – CM7
Am7 – D
Bagian instrumental memberi ruang bernapas bagi pendengar. Penggunaan G/B dan CM7 kembali memperlihatkan kecenderungan jazzy dan dewasa, membuat lagu terasa elegan dan tidak berlebihan.
8. Karakter Harmoni Keseluruhan
- Mayor dengan rasa minor yang kuat
- Banyak bass berjalan (slash chord)
- Minim konflik, fokus pada emosi
Semua elemen harmoni disusun untuk mendukung cerita, bukan untuk menunjukkan kompleksitas teknik.
9. Rekomendasi Permainan Gitar / Piano
Untuk gitar, strumming yang cocok:
D – D U – U D U
Keterangan:D: Down (Genjreng ke bawah)
U: Up (Genjreng ke atas)
Untuk piano, gunakan voicing terbuka dan dinamika lembut, terutama pada CM7 dan Am7.
10. Kesimpulan
First Love adalah contoh sempurna balada pop yang matang secara musikal dan emosional. Harmoni yang sederhana namun kaya, pergerakan bass yang halus, serta penggunaan akor mayor tujuh dan minor tujuh menjadikan lagu ini terasa hangat, jujur, dan abadi. Lagu ini tidak mencoba melupakan cinta pertama, melainkan menyimpannya dengan penuh rasa hormat.
