Lirik Dan Chord Gitar Gerimis Mengundang - Slam

Sebagai lagu klasik Malaysia, Gerimis Mengundang – Slam punya karakter melankolis yang khas. Saya menyusunnya dalam kunci A capo 2 agar warna lagunya tetap terjaga. Jangan khawatir tetap bisa dipakai di mode non-capo.

 
Lirik Dan Chord Gitar Gerimis Mengundang - Slam

Capo: 2nd Fret Intro: A
Chord A
D
Chord D
E
Chord E
A
Chord A
F#m
Chord F#m
D
Chord D
E
Chord E
A
Chord A
Verse: A
Chord A
Ku sangkakan D
Chord D
A
Chord A
panas berpanjangan Bm
Chord Bm
Rupanya gerimis, E
Chord E
rupanya gerimis A
Chord A
Mengundang, a-ha-ha-ah Bm
Chord Bm
E
Chord E
A
Chord A
Dalam tak sedar ku kebasahan Verse 2: A
Chord A
D
Chord D
A
Chord A
Pernah juga kau pinta perpisahan Bm
Chord Bm
E
Chord E
Aku sangkakan itu hanyalah A
Chord A
Gurauan, a-ha-ha-ah Bm
Chord Bm
E
Chord E
A
Chord A
Nyata kau serius dalam senyuman Chorus: F#m
Chord F#m
Bukan sekejap denganmu D
Chord D
Bukan mainan hasratku E
Chord E
Engkau pun tahu niatku A
Chord A
Tulus dan suci F#m
Chord F#m
Senang benar kau ucapkan D
Chord D
Kau anggap itu suratan E
Chord E
Sikit pun riak wajahmu A
Chord A
Tiada terkilan A
Chord A
D
Chord D
Hanya aku separuh nyawa A
Chord A
Menahan sebak di dada D
Chord D
Sedangkan kau bersahaja A
Chord A
Berlalu tanpa kata Bm
Chord Bm
E
Chord E
Terasa diri amat terhina A
Chord A
Kau lakukan Bm
Chord Bm
E
Chord E
Terasa diri amat terhina A
Chord A
Kau lakukan Interlude: D
Chord D
A
Chord A
Bm
Chord Bm
E
Chord E
A
Chord A
(2x)

Tips: Jika Anda tidak familiar dengan bentuk chord, silakan sentuh atau klik nama chord di atas lirik untuk melihat gambar posisi jari pada gitar secara otomatis.


Analisis Lengkap Lagu Gerimis Mengundang – SLAM

Lagu "Gerimis Mengundang" adalah mahakarya dari band asal Malaysia, Slam. Dirilis pada tahun 1995 dalam album bertajuk Terbaik slam, lagu ini menjadi fenomena luar biasa di industri musik Asia Tenggara, terutama di Indonesia, dan tetap menjadi lagu wajib di karaoke hingga saat ini.

Genre lagu ini adalah Slow Rock / Pop Rock / Pop Melayu. Kekuatan utama lagu ini terletak pada vokal Zamani yang sangat merdu, lembut, namun mampu menyampaikan kesedihan yang mendalam. Aransemen musiknya sangat khas era 90-an dengan melodi gitar yang manis dan iringan keyboard yang atmosferik.

Liriknya berkisah tentang perpisahan yang menyakitkan dan perasaan kehilangan yang mendalam, cinta sepihak, ketulusan yang tidak berbalas, dan luka batin yang dipendam dengan diam. Menggunakan metafora "gerimis" sebagai simbol air mata dan kesedihan, lagu ini menggambarkan seseorang yang harus merelakan kekasihnya pergi sementara kenangan indah terus membayangi seperti mendung yang mengundang hujan.

Kekuatan lagu ini terletak pada kesederhanaan progresi akor yang justru memperbesar rasa sakit yang ingin disampaikan. Saya memilih chord A karena ingin keberagaman saja dan main kan di capo 2 jika ingin sama dengan nada lagu aslinya


1. Tangga Nada & Karakter Harmoni

Lagu ini berpusat pada A Mayor, namun sangat sering memanfaatkan akor minor relatif (F#m dan Bm) untuk menarik emosi ke arah sedih dan terhina.

Akor dominan:

  • A
  • D
  • E
  • F#m
  • Bm


Secara teori, ini adalah progresi pop-melayu klasik dengan permainan I – IV – V yang dikontraskan dengan vi dan ii minor untuk rasa pilu.


2. Intro: Optimisme yang Menipu

Intro:

A – D – E – A – F#m
D – E – A

Intro terdengar terang dan optimis. A Mayor memberi kesan harapan dan kebahagiaan. Namun masuknya F#m di akhir kalimat adalah isyarat awal bahwa kebahagiaan ini tidak akan bertahan lama.

Secara emosional, intro ini seperti senyum palsu sebelum air mata jatuh.


3. Verse 1: Kesalahpahaman yang Manis

Pola verse:

A – D – A
Bm – E
A
Bm – E – A

Penggunaan Bm memberi warna sendu yang halus. Lirik menceritakan tokoh yang salah menafsirkan perhatian sebagai cinta.

Akor tidak pernah benar-benar gelap—karena tokoh lagu masih berada dalam fase berharap dan belum sadar akan kenyataan pahit.


4. Verse 2: Realita Mulai Terlihat

Verse kedua memiliki struktur serupa, tetapi liriknya lebih jujur:

  • Permintaan perpisahan
  • Kesadaran bahwa semua bukan gurauan


Harmoni tetap di A Mayor, namun rasa emosinya berubah. Inilah ciri khas lagu sedih yang dewasa: musiknya tenang, tapi maknanya menghantam.


5. Chorus: Ledakan Luka Batin

Pola chorus:

F#m
D
E
A

Masuknya F#m sebagai pembuka chorus adalah keputusan emosional yang sangat kuat. Minor relatif ini langsung menarik pendengar ke dalam rasa sakit yang sebenarnya.

Kalimat:

"Bukan sekejap denganmu"

diperkuat oleh progresi yang turun dan berat—menunjukkan cinta yang sudah terlalu dalam untuk dianggap main-main.


6. Klimaks: Rasa Terhina yang Dipendam

Bagian:

A – D
A
D
A
Bm – E – A

Di sini, emosi lagu mencapai titik paling menyakitkan. Tidak ada teriakan, tidak ada amarah—hanya kehancuran yang diterima dengan diam.

Inilah kekuatan utama lagu ini: luka yang tidak meledak, tapi mengendap.


7. Interlude: Mengulang Kesedihan

Interlude:

D – A – Bm – E – A

Interlude bukan untuk hiburan, tapi untuk memberi ruang napas sebelum luka kembali diulang.


8. Makna Lirik

Lagu ini berbicara tentang:

  • Cinta sepihak
  • Ketulusan yang disalahartikan
  • Harga diri yang terluka


Tidak ada kebencian dalam lirik—hanya kejujuran yang pahit.


9. Karakter Emosional Lagu

  • Tenang tapi menyayat
  • Tidak dramatis, namun sangat dalam
  • Melayu klasik dengan kedewasaan emosional

10. Kesimpulan

Gerimis Mengundang adalah contoh sempurna lagu sedih yang tidak berteriak. Dengan progresi akor sederhana dan melodi yang lembut, SLAM berhasil menyampaikan luka cinta yang paling menyakitkan: ketika ketulusan dianggap biasa saja.

Lagu ini abadi karena jujur—dan kejujuran selalu menemukan pendengarnya.


Pola Strumming yang Disarankan

Verse (lembut):

↓ ↓ ↑

Chorus (emosional tapi tetap halus):

↓ ↓ ↑ ↑ ↓ ↑

Jangan dimainkan terlalu keras tetap santai dan slow. Lagu ini hidup dari rasa, bukan tenaga.

#Slam #GerimisMengundang #SlowRock #PopMelayu #Zamani #Rilis1995