Chord Gitar Bakamitai - Kazuma Kiryu (Yakuza 5 OST)
Lagu ini cocok dimainkan di suasana malam yang tenang. Karena itu, saya menyusun Chord Baka Mitai yang dibawa Kazuma Kiryu dengan kunci Gm supaya alunannya mengalir.















































Analisis Lengkap Lagu Baka Mitai – Kazuma Kiryu
Lagu "Bakamitai" (I've Been a Fool) adalah lagu karaoke ikonik dari seri video game populer milik SEGA, Yakuza (Ryū ga Gotoku). Pertama kali muncul di game Yakuza 5 pada tahun 2012, lagu ini dinyanyikan oleh sang protagonis utama, Kazuma Kiryu (disuarakan oleh aktor dan Seiyuu Takaya Kuroda).
Genre lagu ini adalah J-Pop / Kayōkyoku / Enka-style Ballad/enka-modern. Aransemennya sangat kental dengan nuansa musik balada dewasa Jepang era 80-an, didominasi oleh melodi piano yang melankolis, saksofon yang emosional, dan vokal bariton Takaya Kuroda yang sangat dalam. Meskipun berasal dari video game, kualitas komposisinya diakui sangat tinggi dan menyentuh.
Liriknya berkisah tentang penyesalan mendalam dan perasaan bodoh setelah berakhirnya sebuah hubungan. Narator meratapi dirinya yang tidak bisa "move on" dan masih terjebak dalam kenangan manis masa lalu sambil meminum kesedihannya. Lagu ini menangkap sisi rapuh dari karakter Kiryu yang dikenal sebagai pria tangguh.
Lagu ini bukan tentang ledakan emosi, melainkan penyesalan sunyi dan rasa cinta yang terlambat disadari, diungkapkan dengan harmoni jazz yang hangat namun pahit.
1. Tangga Nada & Warna Harmoni
Lagu ini bergerak di wilayah G minor, dengan dominasi akor minor 7, major 7, dan dominant 7. Ini adalah ciri khas lagu balada Jepang dewasa: harmoninya lembut, penuh warna, dan tidak agresif.
Karakter utama harmoni:
- Jazz ballad
- Sentuhan enka klasik
- Minor yang hangat, bukan gelap
2. Intro: Kesedihan yang Elegan
Intro:
D#M7 – Dm7 – Cm7 – D7
Intro langsung memperlihatkan warna dewasa lagu ini. D#M7 terdengar lembut dan nostalgik, seperti kenangan lama yang muncul tiba-tiba.
Pergerakan setengah nada turun (D#M7 → Dm7 → Cm7) menciptakan rasa jatuh perlahan—bukan terjatuh, tapi tenggelam.
Akhirnya D7 muncul sebagai dominan yang menggantung, menyiapkan cerita yang akan dibuka di verse.
3. Verse: Penyesalan yang Terlambat
Pola verse:
Gm7 – Dm7
Cm7 – F – A#
Cm7 – F – Dm7 – Gm7
Cm7 – D7 – Gm7
Verse bergerak sangat halus. Hampir tidak terasa perubahan besar, seperti seseorang yang berbicara pelan kepada dirinya sendiri.
Penggunaan Gm7 sebagai pusat memberi rasa sedih yang matang, bukan kesedihan remaja. Ini adalah kesedihan orang dewasa yang sudah menerima kenyataan.
Akor A# (major) muncul sesaat seperti kenangan manis—namun segera kembali ke minor, menegaskan bahwa kebahagiaan itu sudah lewat.
4. Pre-Chorus: Kesadaran yang Menyakitkan
Pola pre-chorus:
D#M7
Cm7 – D7 – Gm
D#M7 – Cm7 – G7
Cm7 – D7
Pre-chorus adalah momen refleksi terdalam. D#M7 kembali muncul sebagai simbol kenangan indah yang tidak bisa kembali.
Peralihan ke G7 memberi ketegangan emosional—bukan untuk meledak, tetapi untuk menyadarkan bahwa semuanya sudah berubah.
Kalimat “sayonara wa ieta no” diperkuat oleh akor dominan yang tidak langsung resolusi, menandakan perpisahan yang diucapkan, tapi belum benar-benar diterima hati.
5. Chorus: Pengakuan Diri
Pola chorus:
CM7 – D7
Bm7 – Em
Am/F# – B7
Em – Dm7/G
C#m7b5 – Cm
Bm7 – Em
Am7 – D7 – G
Chorus adalah inti emosional lagu. Namun menariknya, tidak ada ledakan dinamika. Semuanya tetap terkendali, seolah tokoh lagu sudah terlalu lelah untuk berteriak.
Masuknya C#m7b5 – Cm adalah titik paling pahit. Akor ini melambangkan konflik batin dan rasa bersalah—“aku bodoh karena baru menyadarinya sekarang.”
Resolusi ke G terasa seperti penerimaan, bukan kebahagiaan.
6. Interlude: Mengulang Luka
Interlude kembali ke:
D#M7 – Dm7 – Cm7 – D7
Pengulangan ini menegaskan bahwa perasaan ini tidak pergi. Lagu seperti berputar di kenangan yang sama—dan itu disengaja.
7. Hubungan Harmoni & Lirik
Harmoni Baka Mitai sangat mendukung liriknya:
- Minor 7 → kesedihan dewasa
- Major 7 → nostalgia
- Dominant 7 → penyesalan & ketegangan
Tidak ada akor agresif. Semua berbicara dengan suara pelan.
8. Makna Emosional Lagu
Baka Mitai bukan lagu patah hati biasa. Ini lagu tentang:
- Cinta yang disadari terlambat
- Kesalahan yang tidak bisa diperbaiki
- Penerimaan tanpa penyesalan berlebihan
Kesedihan di sini tidak histeris—ia tenang, berat, dan jujur.
9. Kenapa Lagu Ini Sangat Kuat
Lagu ini kuat karena:
- Harmoni dewasa
- Melodi sederhana
- Lirik langsung ke hati
Ia tidak mencoba menghibur—ia menemani.
10. Kesimpulan
Baka Mitai adalah balada penyesalan yang dieksekusi dengan sangat elegan. Harmoni jazz-enka yang lembut membuat lagu ini terasa seperti curahan hati seseorang yang sudah berdamai dengan rasa sakitnya.
Ini lagu untuk malam sepi, bukan untuk dilupakan—melainkan untuk diterima.
Pola Strumming Simpel
Verse (ballad jazz, santai):
↓ ↑ ↓ ↑
Chorus:
↓ ↑ ↓ ↓ ↑
Mainkan perlahan, biarkan chord bernapas. Lagu ini hidup dari keheningan di antara nada.
