Lirik Dan Chord Gitar Mirai E - Kiroro
Siapa yang tidak kenal dengan lagu "Mirai E" dari Kiroro? Lagu ini memang legendaris dan selalu menjadi favorit banyak orang indonesia Di sini saya akan membagikan chord lagu "Mirai E" dengan kunci F, supaya kamu bisa memainkannya sesuai dengan tone lagu aslinya.







































































Mirai E - Kiroro: Balada J-Pop Abadi Tentang Masa Depan dan Harapan
🎙️ Lagu "Mirai E" (未来へ), yang berarti "Menuju Masa Depan," adalah single populer dari duo musik Jepang asal Okinawa, Kiroro. Dirilis pada tahun 1998, lagu ini segera menjadi mega-hit dan diakui sebagai salah satu lagu J-Pop Ballad paling klasik dan emosional yang pernah ada. Saya pribadi mengenal lagu ini melalui nada dering ponsel di era ponsel JAVA/Symbian, ketika "Mirai E" menjadi salah satu nada dering paling populer dan ikonik di kalangan anak muda pada masa itu. Saya masih ingat betapa seringnya lagu ini berkumandang dari ponsel-ponsel teman saya.
Genre lagu ini adalah J-Pop Ballad / Pop Akustik. Musiknya sangat sederhana namun kuat, didominasi oleh aransemen piano yang menyentuh dan vokal yang tulus dari Chiharu Tamashiro. Kesederhanaan inilah yang membuat melodi dan liriknya sangat mudah diingat dan dekat di hati.
Liriknya berkisah tentang hubungan antara anak dan orang tua (khususnya ibu). Lagu ini adalah surat perpisahan dan terima kasih, di mana anak mengakui bahwa mereka kini harus melangkah sendiri "menuju masa depan," sambil membawa bekal pelajaran dan cinta dari sang ibu. Tema universal ini membuatnya sering diputar di momen kelulusan.
Penting untuk dicatat: Ada miskonsepsi yang meluas di kalangan penggemar anime bahwa lagu ini pernah dijadikan lagu tema (OST) untuk serial Naruto. Hal tersebut tidak benar. Lagu "Mirai e" tidak pernah secara resmi digunakan dalam franchise Naruto. Kemungkinan besar kekeliruan ini terjadi karena kesamaan nuansa lagu dengan soundtrack anime sejenis, atau penggunaan lagu ini dalam video musik anime buatan penggemar (AMV) yang beredar di internet di masa lalu.
Untuk memahami mengapa lagu ini begitu menyentuh, kita perlu melihat bagaimana setiap kord bekerja secara psikologis dalam membangun narasi kerinduan dan harapan.
1. Analisis Bagian Intro: Fondasi Melankolis
Berdasarkan bagan kordnya, lagu ini dibuka dengan progresi yang sangat jernih: F - C - Dm. Dalam teori musik, pergerakan dari Tonic (F) ke Dominant (C) dan berakhir di Relative Minor (Dm) memberikan efek "penurunan" atau refleksi. Ini adalah cara Kiroro memberi tahu pendengar bahwa cerita yang akan disampaikan bersifat intim dan tenang.
Setelah itu, intro berlanjut ke A# - Dm - Gm7 - C. Perhatikan penggunaan Gm7 ke C di akhir intro. Ini adalah progresi ii7 - V yang berfungsi sebagai persiapan harmoni. Kord C (Dominant) di sini memiliki tegangan (tension) yang membutuhkan penyelesaian, dan penyelesaian itu diberikan tepat saat vokal masuk ke bagian Verse pada nada dasar F.
2. Verse 1: Dinamika Emosi dan Misteri Minor IV
Bagian Verse 1 ("Haha ga kureta...") menggunakan progresi yang sangat stabil: F - Am - Dm - Am - A# - C - Am - Dm. Namun, kejutan terbesar yang menjadi identitas lagu ini muncul di baris "Imi nado shiranai", di mana terdapat kord A#m yang berpindah ke F.
Secara teknis, A#m adalah kord Minor IV dalam tangga nada F Major. Karena kord ini tidak ada dalam tangga nada diatonis F Major, ia memberikan nuansa "asing" yang sangat menyayat hati. Penggunaan kord Minor IV ini menciptakan efek nostalgi dan rasa sedih yang mendalam, seolah-olah menggambarkan ketidaktahuan seorang anak akan kasih sayang ibunya di masa lalu. Inilah yang disebut sebagai momen "pencuri air mata" dalam lagu ini.
Selanjutnya, Verse ditutup dengan progresi Gm7 - C - F, sebuah resolusi klasik yang mengembalikan pendengar ke zona nyaman setelah "gangguan" emosional dari kord A#m tadi.
3. Pre-Chorus: Eskalasi Energi dan Transisi
Masuk ke bagian Pre-Chorus ("Sono yasashisa wo..."), progresi berubah menjadi Gm - C - Am - Dm - A# - C. Di sini, Kiroro tidak lagi menggunakan kord tonic F di awal baris. Penggunaan Gm ke C dan Am ke Dm menciptakan pergerakan yang terus maju, seolah-olah musiknya sedang "berjalan" mendaki menuju puncak emosi.
Kord C di akhir Pre-Chorus sengaja ditahan lebih lama (sustained) untuk membangun antisipasi. Pendengar secara bawah sadar akan menunggu sebuah ledakan emosi, yang kemudian dilepaskan secara sempurna di bagian Chorus.
4. Chorus: Klimaks dan Kelegaan Harmonis
Chorus ("Hora ashimoto wo mite goran...") menggunakan progresi F - Am - Dm - Am - A# - C - Am - Dm - Gm7 - C - F. Meskipun strukturnya mirip dengan Verse, Chorus terasa lebih megah karena melodi vokalnya yang lebih tinggi.
Penggunaan Am di antara kord F dan Dm memberikan tekstur yang lebih halus dibandingkan jika menggunakan kord major. Penutup Chorus dengan Gm7 - C - F memberikan rasa finalitas yang kuat, menyampaikan pesan tentang kedamaian saat melihat masa depan. Secara keseluruhan, progresi ini menjaga keseimbangan antara kesedihan masa lalu dan optimisme masa depan.
🎸 Panduan Genjrengan (Strumming Pattern)
Untuk memainkan lagu ini dengan gitar akustik, diperlukan kontrol dinamika yang sangat baik agar emosinya sampai. Lagu ini memiliki birama 4/4 dengan tempo lambat (Slow Ballad).
Pola: D - - - U D D - - U | D - - - U D D - - U
(D = Down, U = Up, - = Jeda/Hold)
Tips Memainkan:
- Dinamika Verse: Gunakan genjrengan yang sangat lembut. Kamu bisa menggunakan jempol saja untuk memberikan suara yang lebih "hangat" dan tidak terlalu tajam.
- Aksen Chorus: Saat masuk Chorus, gunakan kuku atau pick untuk genjrengan yang lebih tegas. Berikan penekanan (aksen) pada ketukan ke-1 dan ke-3.
- Teknik Arpeggio: Sangat disarankan untuk memadukan genjrengan dengan petikan (arpeggio) pada bagian Intro dan Verse 1 untuk meniru suara piano asli Kiroro yang sangat ikonik.
- Kord A#m: Pada bagian lirik "shiranai" di Verse, lakukan satu kali genjrengan ke bawah secara perlahan (slow rake) agar nuansa kord Minor IV-nya benar-benar terdengar dramatis.
Kesimpulan Analysis
Keindahan "Mirai e" terletak pada kejujuran komposisinya. Kiroro tidak berusaha menggunakan kord jazz yang rumit untuk terdengar canggih. Sebaliknya, mereka menggunakan kord-kord diatonis yang kokoh dan menyelipkan satu kord emosional (A#m) pada waktu yang tepat. Bagi seorang blogger musik atau gitaris, mempelajari lagu ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana harmoni dapat bercerita lebih dalam daripada kata-kata itu sendiri.
#Kiroro #MiraiE #JPopBallad #PopAkustik #Rilis1998 #LaguKelulusan