Lirik Dan Chord Gitar unravel - TK from Ling tosite sigure Tokyo Ghoul Opening 1
Berikut artikel ini saya menyusun chord gitar 'unravel' TK from Ling tosite sigure agar lebih mudah dipelajari. Menggunakan kunci A capo 1, emosi lagu tetap tersampaikan.









































Analisis Lengkap Chord & Harmoni Lagu Unravel – TK from Ling tosite sigure
“unravel” adalah lagu yang dinyanyikan oleh TK from Ling tosite sigure dan digunakan sebagai Opening 1 anime Tokyo Ghoul. Dirilis pada tahun 2014, lagu ini langsung meledak secara global karena komposisi musiknya yang unik, emosional, dan penuh dinamika. Saya kenal lagu ini melalui episode final anime Tokyo Ghoul Season 1, terutama di momen epik ketika Kaneki mengangkat tubuh teman yang sudah pergi dan lagu ini diputar sebagai latar musiknya, itu adalah momen yang sangat tragis dan meninggalkan kesan mendalam bagi saya.
Secara musikal, “unravel” memadukan vokal tinggi dan ekspresif TK dengan aransemen rock progresif yang intens. Perpindahan tempo yang ekstrem dan nuansa kacau dalam musiknya berhasil menggambarkan konflik batin sang tokoh utama, Kaneki Ken, menjadikan lagu ini sangat ikonik dalam dunia anime.
“unravel” sering dianggap sebagai salah satu opening anime terbaik sepanjang masa. Lagu ini banyak dicover oleh musisi dari seluruh dunia dan terus populer di platform seperti YouTube, TikTok, serta Spotify berkat kekuatan emosinya dan karakter musik TK yang khas.
Lagu ini menuntut kestabilan harmoni agar tetap playable di gitar akustik, tanpa menghilangkan rasa “retak” dan gelisah yang menjadi ciri khasnya.
1. Pemilihan Kunci, Capo, dan Alasan Harmoni
Versi ini menggunakan Capo fret 1 dengan basis chord di sekitar F#m. Pemilihan ini dilakukan karena:
- posisi chord lebih mendekati tone asli vokal TK,
- warna minor tetap gelap dan emosional,
- tension khas lagu tidak hilang meski dimainkan akustik.
Tanpa capo, lagu ini akan terasa terlalu berat di register bawah. Capo 1 menjaga keseimbangan antara warna suara gitar dan karakter vokal.
2. Analisis Verse: Emosi Retak & Tertahan
Pola verse:
DM7 – F#m
E – F#m
Bagian verse sangat minimalis namun menyakitkan secara emosional:
- DM7 memberi nuansa kosong dan rapuh.
- F#m menjadi pusat emosi, terasa dingin dan tertekan.
- Perpindahan E → F#m seperti napas tertahan.
Inilah bagian di mana lirik terasa “berbicara sendiri”, tanpa perlu progresi yang ramai.
3. Interlude: Ketegangan Menggantung
Pola interlude:
F#m – E – D – C#m (2x)
Interlude ini adalah jantung emosional lagu:
- Bass turun bertahap menciptakan rasa jatuh.
- C#m menutup dengan rasa tidak selesai.
- Cocok dimainkan dengan strumming sangat halus atau petikan.
4. Bridge: Ledakan Emosi Terpendam
Pola bridge:
F#m – DM7
E – Asus2
Bridge adalah momen transisi dari tertahan ke meledak:
- DM7 kembali memberi rasa rapuh.
- Asus2 menciptakan efek menggantung dan dingin.
- Bagian ini sebaiknya dimainkan dengan dinamika naik.
5. Freeze Section: Efek Psikologis
Pola freeze:
A/D – A/D
A/D – A/D
Bagian ini unik karena:
- secara harmoni hampir statis,
- namun secara emosi sangat mencekam,
- memberi ruang bagi vokal untuk “berteriak dalam diam”.
6. Chorus: Puncak Emosi Lagu
Pola chorus:
DM7 – E – F#m – C#m
DM7 – E – F#m
E – F#m – C#m
Chorus adalah bagian paling menyayat:
- F#m tetap menjadi pusat penderitaan.
- C#m memperkuat rasa tidak berdaya.
- Progresi naik namun tak pernah “lega”.
Inilah alasan Unravel terasa sangat intens meski progresinya tidak kompleks.
7. Karakter Harmoni Keseluruhan
Lagu ini didominasi:
- minor chord,
- major 7 untuk rasa kosong,
- dan suspended chord untuk ketegangan.
Tidak ada resolusi bahagia — semua progresi terasa menggantung dan tertekan, sesuai tema kehilangan identitas.
8. Rekomendasi Strumming / Petikan
Lagu ini tidak cocok dengan strumming keras sejak awal.
Rekomendasi:
- Verse & Interlude: petikan atau D (pelan)
- Bridge: D – (pause) – D
- Chorus: D – D U – U D (emosional, tidak cepat)
Keterangan:
D: Down (Genjreng ke bawah)
U: Up (Genjreng ke atas)
Fokus utama bukan ke ritme, tapi ke dinamika naik–turun.
9. Kesimpulan
Unravel adalah lagu yang secara harmoni sederhana namun sangat berat secara emosional. Pemilihan chord minor, DM7, dan penggunaan capo 1 membuat lagu ini tetap mendekati tone asli dan nyaman dimainkan di gitar.
Lagu ini cocok untuk pemain gitar yang ingin mengekspresikan emosi, bukan sekadar memainkan chord.
